<data:blog.pageTitle/> <data:blog.pageName/>

Monday, August 24, 2009

Siroop Tjap Buah Tjampolay


Siroop Tjap Buah Tjampolay ini masih bisa kita temukan di supermarket bahkan hypermarket yang ternama di jakarta. ada beberapa yang diubah dari layout stiker brandnya sendiri, tapi tetap mempertahankan gambar, font dan warna yang masih ada sampai sekarang. yang masih terus kita pertanyakan adalah apa itu buah tjampolay? asing? bahkan tidak pernah kita dengar. walau masih persepsi, saya pribadi beranggapan mungkin itu kalo bukan buah cempedak mungkin lychee.. karena orang indonesia keturunan tionghoa yang bicara dengan logat totoknya menyebut cempedak sebagai campilak.. tapi jika dilihat dari bentuk buahnya jadi seperti lychee.


Tjampolay termasuk salah satu produk daerah Cirebon yang melegenda. Produk eksotis ini, dari sisi awareness, masuk peringkat pertama dari sekitar 1.523 industri kecil yang tersebar di kota udang itu. Konon, formula produk sirup ini diperoleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936 lewat mimpi. Terlepas dari cerita mistik seperti itu, sirup ini di Cirebon memang melegenda, karena rasanya yang khas. Bahkan, di tahun 2001, produk sirup milik keluarga Tjiuw ini berhasil menggondol penghargaan Bintang I -- Standardisasi Kelayakan Industri dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Dia mengungguli 14 perusahaan se-Jawa Barat yang diukur berdasarkan kualitas produk, proses produksi dan racikan. Selain itu, Tjampolay di tahun itu juga berhasil memperoleh Piagam Penghargaan Standardisasi Industri Internasional. Sirup ini tersedia dalam tiga rasa: rossen, asam jeruk dan nanas.

Meski telah memiliki pasar yang jelas, perusahaan sirup ini sempat terhenti selama 6 tahun. Itu terjadi pada 1964 ketika Tjiuw meninggal dunia. Baru pada 1970 sirup Tjampolay muncul lagi. Kali ini putra Tjiuw yang bernama Setiawan meneruskan usaha sang ayah. Sayang, tak berlangsung lama. Akibat kalah bersaing dengan sirup temulawak dan orson yang harganya lebih murah dibarengi kondisi ekonomi masyarakat yang makin kempis, usaha sirup Tjampolay pun mati suri. Tahun 1983 usaha sirup ini kembali bangkit. Kali ini pabriknya dipindahkan ke daerah Lawang Gada, Cirebon.

Dari Lawang Gada, Setiawan berhasil membangun kembali kejayaan usaha sang ayah. Usaha keluarga ini makin meroket pada periode 1990-an, ketika anak sulungnya Budiman mulai turun tangan membantu. Meski tak memiliki latar belakang ilmu racik-meracik seperti seorang analis kimia atau apoteker, Budiman yang lulusan sekolah musik ternyata bertangan dingin. Pria berusia 25 tahun ini sukses mengembangkan produk yang kini memiliki 9 rasa dari semula hanya tiga rasa (sebelum 1993). Jadi, selain yang sudah lebih dulu ada: rasa rossen, asam jeruk dan nanas, kini tersedia sirup Tjampolay rasa pisang susu, melon, leci, mangga gedong --yang menjadi ciri khas kota ini -- jeruk nipis dan kopi moka. Tak berhenti sampai di situ, Budiman juga membenahi lini produksi dan distribusi. Pusat produksi dipindahkan ke pusat kota di daerah Perumnas Elang Raya, Cirebon. Di area seluas 300 m2 Budiman memproduksi sirup Tjampolay tanpa mesin. Dalam sehari produksinya mencapai 1.200 botol.

Menurut Budiman, yang kini menakhodai perusahaan keluarga itu, kelebihan Tjampolay dibanding sirup lain yang beredar di pasar, menggunakan gula murni. Jadi, tidak memiliki efek samping bagi kesehatan. Sementara itu, lanjutnya, banyak sirup lain menggunakan sakarin. Itulah sebabnya, disebutkan Budiman, jangan heran sirup Tjampolay yang sudah dibuka kemasannya, hanya dalam hitungan bulan langsung mengkristal. Hal ini pula yang menyebabkan Budiman tidak berani mengekspor produknya. Padahal, ia mengungkapkan, produk sirupnya sangat bagus. Bahkan, beberapa tahun lalu ada seorang dokter di Cirebon merekomendasi Tjampolay untuk menyembuhkan penyakit lever. Meski harus bersaing dengan para pemalsu merek, Tjampolay berhasil memperluas pasarnya ke luar Cirebon. Sejak berada di tangan generasi ketiga ini sirup Tjampolay bisa didapat di berbagai kota besar -- dari Cirebon, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sampai Bali, Bandar Lampung dan Kalimantan. Tjampolay didistribusikan langsung ke pedagang ritel. Kini sirup Tjampolay juga sudah bisa diperoleh di gerai ritel modern semacam Carrefour dan Alfa.
Sumber http://tbc-world.com/jinawiluhur

1 comments:

ratna said...

bulan Ramadhan ga lengkap kalo ga pake ini trus di campuran bonteng suri tea sleum...